Selasa, 07 Januari 2014

Jokowi Tembus 43,5%, Gerindra: Dia Belum Tentu Jadi Capres

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Elektabilitas Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) terus meroket menembus 43,5% di survei yang dilakukan Litbang Kompas. Partai Gerindra tak risau, karena sampai saat ini Jokowi baru bakal capres rencana.

"Masih sangat dinamis. Semuanya kan rencana bakal calon, ini masih panjang ceritanya," kata Waketum Gerindra Fadli Zon kepada wartawan, Rabu (1/8/2014).

Menurut Fadli, belum ada yang pasti nyapres saat ini karena Pilpres baru Juli 2014 mendatang.

"Jadi kalau dilihat sekarang ini baru rencana bakal calon, setelah Pileg baru jadi bakal calon, setelah ditetapkan KPU baru menjadi calon presiden," kata Fadli.

Menurut Fadli, situasi politik masih sangat dinamis. Apa yang akan terjadi di Pilpres nanti sangat tergantung dengan hasil Pileg.

"Nanti kita lihat perkembangan politik, di MK juga kan masih ada gugatan dari Pak Effendi Ghazali dan Pak Yusril juga, itu bisa mengubah konstelasi," kata Fadli.

Di survei terbaru yang dirilis Litbang Kompas, elektabilitas Jokowi semakin meroket. Elektabilitas Jokowi menembus 43,5% sementara capres Gerindra Prabowo Subianto dan Megawati justru menurun

Berikut hasil survei terbaru Kompas pada Desember 2013 yang dirilis Rabu (8/1/2014):

1. Joko Widodo: 43,5%
2. Prabowo Subianto: 11,1%
3. Aburizal Bakrie: 9,2%
4. Wiranto: 6,3%
5. Megawati Soekarnoputri: 6,1%
6. Jusuf Kalla: 3,1%

Perolehan di bawah 3%: Mahfud MD, Rhoma Irama, Dahlan Iskan, Hatta Rajasa, Surya Paloh, Anies Baswedan, Suryadharma Ali, Hidayat Nurwahid, Yusril Ihza Mahendra, Pramono Edhie dll.

Tidak tahu: 9,8%
Tidak menjawab: 10,9%


Kedinginan, Napi AS yang Kabur Minta Kembali Masuk ke Penjara

Rabu, 08/01/2014 09:59 WIB

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
 
Robert Vick (Kentucky Department of Corrections/jobsnhire.com) Kentucky - Cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Amerika Serikat memicu serangkaian insiden tak biasa. Salah satunya menimpa seorang narapidana yang berhasil kabur dari penjara di Kentucky, Amerika Serikat. Tak tahan dengan cuaca super dingin di luar, napi ini memohon untuk kembali dijebloskan ke dalam penjara.

Robert Vick berhasil meloloskan diri dari penjara Blackburn pada Minggu (5/1) waktu setempat. Namun keesokan harinya, narapidana berusia 42 tahun ini mendatangi sebuah motel di Lexington dan meminta petugas resepsionis untuk menghubungi polisi.

Menurut juru bicara kepolisian Lexington, Sherelle Roberts, kepada resepsionis tersebut Vick menuturkan dirinya ingin kembali ke dalam penjara karena kedinginan di luar. Demikian seperti dilansir AFP dan nydailynews.com, Rabu (8/1/2014).

Polisi datang menjemputnya dan kemudian Vick dibawa ke unit observasi setempat untuk menjalani pemeriksaan medis setelah dia mengaku sangat kedinginan. Setelah diperiksa, Vick kemudian dibawa kembali ke penjara Blackburn, tempatnya menjalani masa hukuman selama 6 tahun atas kasus perampokan.

Otoritas setempat menuturkan, Vick hanya mengenakan celana tahanan, kaos dan jaket biasa ketika dia kabur dari penjara. Padahal suhu udara di wilayah Kentucky saat itu dilaporkan mencapai minus 20 derajat Celcius.

Wilayah AS, terutama bagian timur dilanda musim dingin ekstrem yang memaksa penutupan sekolah dan penghentian operasi penerbangan dan transportasi lainnya. Warga diimbau untuk tetap tinggal di dalam rumah, karena suhu udara menurun drastis, bahkan paling dingin dalam dua dekade terakhir.

Di wilayah AS bagian tengah, suhu udara dilaporkan sempat mencapai minus 50 derajat Celcius. Hal ini disebabkan oleh adanya hembusan angin Arktik atau yang juga disebut 'Arctic cyclones'. Diperkirakan cuaca dingin ekstrem ini terus bergerak ke pantai timur AS.

Sejauh ini, cuaca ekstrem ini telah merenggut 16 nyawa dari sejumlah negara bagian AS.